15 Kata Bijak Tokoh Dunia: Motivasi bagi Guru

Jika Anda saat ini perlu sesuatu untuk memotivasi diri sendiri, salah satu cara terbaiknya adalah dengan membaca kata-kata bijak.

Terutama kata-kata bijak dari tokoh ternama yang sudah mendunia.

Banyak sekali kata-kata bijak dari tokoh-tokoh dunia yang sangat menginspirasi.

Namun, dari banyaknya kata-kata bijak yang bermuatan motivasi diri tersebut, mana yang paling memotivasi bagi guru?

Jangan khawatir. Di postingan ini, saya rangkumkan 15 kata kata-kata bijak tokoh dunia beserta situasinya yang sering kita hadapi.

1. Saat Kesabaran Diuji

“Kesabaran itu pahit, tapi buahnya manis.” – Jean-Jacques Rousseau

Apapun dan di mana pun kita bekerja tidak akan lepas dari ujian kesabaran. Hal tersebut adalah proses untuk mengupgrade diri menjadi lebih baik.

Percayalah pahitnya kesabaran itu hanya diawal, namun pada akhirnya rasa manis yang kita dapat.

Semakin besar ujian kesabaran yang Anda terima, menandakan semakin besar kulitas diri Anda. Percayalah ujian tidak akan diberi melebihi kemampuan seseorang.

Ingat selalu hasil akhirnya, nikmati prosesnya, ingat segala sesuatu membutuhkan proses dan waktu, serta ingat akibat buruk apabila tidak sabar.

Hingga akhirnya Anda merasa, bahwa tidak ada alasan lagi untuk menyerah dari ujian kesabaran.

2. Selalu Tegar Ketika Dilanda Masalah

“Kita jangan menyerah dan jangan membiarkan masalah mengalahkan kita.” - Abdul Kalam

Siapapun pasti akan mendapat masalah, baik masalah besar maupun kecil.

Namun masalah adalah cara agar Anda menjadi semakin dewasa.

Hadapi masalah Anda. Permasalahan tidak akan selesai dengan berlari menghindarinya, justru dengan menghadapinya.

3. Ketika Melakukan Kesalahan

“Orang yang tidak pernah membuat kesalahan adalah orang yang tidak pernah mencoba sesuatu yang baru.” – Albert Einstein

Terkadang seseorang lebih memilih zona nyaman karena takut mencoba sesuatu yang baru, sehingga hanya menggunakan cara-cara lama.

Misalnya tidak mau mencoba mengajar menggunakan LCD, dengan alasan takut rusak, tidak bisa mengoperasikan, dan beragam alasan lainnya.

Mencoba sesuatu memang bisa melakukan kesalahan. Sebenarnya itu bukan masalah, karena itu adalah proses. Kalau tidak dicoba maka tidak akan tahu.

Jangan ragu mencoba sesuatu yang baru untuk kemajuan. Beranikan diri, dimana ada kemauan di situ ada jalan.

4. Ketika ada Pekerjaan yang Susah Dikerjakan

“Tidak ada pekerjaan yang susah jika Anda membaginya menjadi pekerjaan pekerjaan kecil.” – Henry Ford

Pekerjaan terasa susah biasanya saat harus mengerjakan dalam waktu yang singkat dan yang diselesaikan sangat banyak.

Misalnya membuat laporan hasil belajar peserta didik selama satu semester, mulai dari rapot, rekap kehadiran, RPP dan lainnya.

Anda bisa membuatnya lebih mudah dengan membaginya menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil.

Misal setiap bulan menyelesaikan rekap kehadiran siswa, seminggu sekali mengisi 2 sampai 3 rapot (selain nilai), setiap bulan merangkum nilai dan memasukkan ke excel agar diakhir semester mudah melakukan penghitungan.

Dengan begitu pekerjaan akan terasa lebih ringan. Daripada menumpuk semuanya dan menyelesaikannya di akhir semester.

5. Terlalu Banyak Melakukan Hal Tidak Penting

“Menjadi selektif, yaitu melakukan sedikit hal, adalah jalur menuju produktif. Fokuslah pada hal penting dan abaikan hal yang tidak penting.” – Timothy Ferriss

Banyak aktivitas adalah bagus karena membuat diri menjadi aktif. Namun Anda perlu selektif, aktivitas apa yang lebih bermanfaat.

Melakukan aktivitas yang kurang bermanfaat hanya akan membuat Anda tidak produktif.

Seperti menghabiskan waktu luang dengan bermain game online dan sebagainya. Lebih baik Anda manfaatkan menyusun rencana pembelajaran untuk besok hari nya.

Agar lebih selektif, cobalah:

  • Buat daftar pekerjaan penting harian.
  • Buat pekerjaan yang paling penting maksimal hanya 2-3.
  • Buat catatan di HP atau buku harian.

6. Berkonsentrasi saat Mengajar

“Konsentrasikan semua pikiran Anda pada pekerjaan yang sedang dilakukan. Sinar matahari tidak akan membakar kecuali jika difokuskan.” – Alexander Graham Bell

Bayangkan Anda melakukan sesuatu pekerjaan namun pikiran Anda ada di tempat lain.

Apakah yang terjadi?

Tentu mengajar tidak fokus bukan?

Selain merugikan peserta didik, karena mereka tidak mendapatkan pembelajaran yang optimal dari anda. Anda pun tidak akan mencapai target pembelajaran yang maksimal.

Agar Anda lebih mudah membedakan, apakah Anda sudah fokus mengajar di kelas atau belum, mari lihat point berikut:

Mengajar belum berkonsentrasi

  • Suka multitasking (melakukan banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan).
  • Sangat sering mengutak-atik HP, mencek medsos, main game.
  • Suka memberi tugas dan meninggalkan kelas.
  • Tidak ada rencana mengajar harian.

Mengajar sudah berkonsentrasi

  • Mengurangi multitasking.
  • Lebih siap dengan rencana mengajar harian.
  • Lebih banyak mengutak-atik buku, materi, terlibat dengan peserta didik.
  • Lebih terlibat dengan peserta didik membahas konsep dan soal-soal.

Oleh karena itu, mulai sekarang saat mengajar hindari multitasking, off-kan semua gangguan seperti notifikasi HP, membiasakan olahraga untuk melatih meningkatkan fokus Anda, buat to do list pekerjaan harian, jangan sampai dehidrasi, sediakan air putih setiap kali mengajar.

Dengan begitu Anda akan lebih fokus dalam mengajar.

7. Ketika Merasa Tidak Bahagia

“Ingatlah kebahagiaan itu tidak bergantung pada siapa Anda atau apa yang Anda miliki; kebahagiaan hanya bergantung pada apa yang Anda pikirkan.” – Dale Carnige

Ada orang yang bekerja dengan penghasilan puluhan juta, rumah mewah, punya mobil dan segalanya, namun tetap tidak merasa bahagia.

Namun ada juga orang hanya bekerja sebagai guru yang gajih dibawah UMR dan bertugas di daerah pedalaman, bahkan merangkap mengajar beberapa kelas. Tetapi guru tersebut sangat menikmati pekerjaannya dan bahagia terhadap pekerjaan beliau.

Jadi mulai sekarang rasanya kurang tepat untuk mengeluh karena tempat mengajar tidak sesuai harapan, kurang perhatian dari pemerintah, rekan kerja yan tidak cocok, gajih yang tidak memadai dan lain sebagainya.

Pada dasarnya bekerja perlu keikhlasan dan bagaimana mengatur mindset Anda sendiri.

Tetaplah selalu berpikiran positif, menanamkan sifat hidup qanaah (selalu merasa cukup, berlebihan diberi Allah) dan selalu berprasangka baik akan takdir Allah.

8. Bersyukur akan Lebih Nikmat

“Bersyukurlah dengan apa yang Anda miliki; Anda akan memiliki lebih banyak. Jika Anda tidak bersyukur, Anda tidak akan pernah merasa cukup.” – Oprah Winfrey

Bersyukur akan membuat hati lebih merasa tentram dan merasakan nikmat sekecil apapun.

Tidak hanya itu, semakin bersyukur maka nikmat akan semakin bertambah.

Jika Anda muslim, cobalah buka Surah Ibrahim ayat 7:

Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."

Perbesar pikiran Anda bahwa rejeki Allah sangat besar, sehingga pikiran positif juga akan semakin tumbuh besar. Dengan begitu mengajar akan semakin ikhlas, walaupun saat ini gajih anda belum seberapa.

9. Ketika Merasa Minder

“Ingatlah selalu bahwa Anda lebih berani dari yang Anda yakini, lebih kuat dari yang Anda lihat, dan lebih cerdas yang Anda pikirkan.” – Christopher Robin

Minder adalah perasaan yang dapat menghambat kemajuan Anda.

Karena selalu berpandangan negatif, merasa tidak pantas, atau tidak memiliki kemampuan dari rekan Anda.

Akhirnya Anda menjadi takut tampil bertanya saat forum guru, takut tampil pembina upacara, takut supervisi oleh pengawas dan sebagainya.

Tanpa disadari ternyata Tuhan memberi anugerah yang luar biasa kepada setiap manusia. Namun tidak disadari potensi tersebut karena terkurung dalam pikiran dan prasangka negatif terhadap diri sendiri.

Keluarlah dari zona pikiran negatif.

Berpikir positiflah selalu tentang diri sendiri. Karena diri Anda adalah apa yang Anda pikirkan.

10. Apa Sebaiknya yang Dibicarakan?

“Pikiran hebat mendiskusikan ide; pikiran rata-rata mendiskusikan kejadian; pikiran kecil mendiskusikan orang.” - Eleanor Roosevelt

Kualitas seseorang dilihat apa yang disampaikannya.

Orang-orang sukses dan "besar" memiliki kesamaan, yaitu menghindari, menonton, membaca dan membicarakan yang tidak penting dan bermuatan negatif. Seperti menggosip atau membicarakan hal yang sia-sia.

Anda pun mesti begitu jika ingin menjadi guru yang terbaik dan sukses.

Lebih baik Anda berusaha mencari ide sebanyak-banyaknya untuk memajukan sekolah Anda. Kemudian diskusikan dengan rekan atau kepala sekolah.

Untuk menggali ide-ide Anda bisa memulainya dari yang sederhana dan menanyakan kepada diri sendiri misalnya:

Pertanyaan

  • Mengapa setelah istirahat pertama kebersihan sekolah mulai tidak terjaga?
  • Bagaimana meningkatkan prestasi peserta didik?
  • Kegiatan apa yang bisa dilakukan sekolah untuk membantu pengembangan diri peserta didik?

Ide

  • Buat patroli per kelas.
  • Bagikan hadiah saat kenaikan kelas.
  • "Mengadakan pramuka, UKS, ekstrakurikuler".

11. Mengajar Mesti Ada Persiapan

“Jika saya punya waktu 9 jam untuk menebang sebuah pohon, akan saya alokasikan 6 jam pertama untuk menajamkan kampak.” – Abraham Lincoln

Persiapan mengajar adalah hal yang paling malas dikerjakan. Pengennya langsung mengajar saja.

Karena persiapan mengajar seperti membuat perangkat mengajar selain membuang waktu juga cukup melelahkan.

Namun perlu diingat semakin matang persiapan mengajar, maka semakin mantap proses belajar mengajar Anda.

Alokasikan waktu senggang untuk persiapan mengajar untuk besok harinya. Mulai dari RPP, ringkasan materi, dan alat peraga yang mendukung.

Misalnya setiap pulang sekolah atau bangun lebih pagi untuk membuat persiapan mengajar. Dengan begitu keesokan harinya Anda mengajar lebih siap.

12. Guru juga Perlu Ambisi

“Kecerdasan tanpa ambisi adalah seperti burung tanpa sayap.” – Salvador Dali

Setiap pribadi memiliki kecerdasan yang berbeda-beda.

Namun Anda hanya membuat diri bagai berjalan di tempat dengan membiarkan kecerdasan tersebut tanpa dibarengi ambisi.

Berambisilah, karena ambisi adalah tenaga dari dalam mendorong Anda maju dan menjadi terbaik.

Ambisi bagai tenaga yang membuat tubuh Anda tidak akan berhenti berjalan mendaki puncak gunung tujuan Anda.

Jika Anda ingin menjadi orang yang berambisi, maka jadilah orang yang memiliki visi dan misi yang kuat. Namun perlu diingat, berambisi boleh asal berambisi dengan cara-cara yang baik.

13. Mengupgrade Diri

Saat Anda berusaha menjadi diri Anda yang lebih baik, segala hal di sekitar Anda pun menjadi lebih baik.” – Paulo Coelho, The Alchemist

Anda tidak bisa merubah sekitar Anda selama Anda belum merubah dan memperbaiki diri.

Contoh sederhana, Anda tidak bisa memaksa peserta didik Anda membuang sampah pada tempatnya apabila Anda sendiri masih buang sampah sembarangan.

Semakin Anda berusaha mengupgrade diri, maka percayalah sekitar Anda pun akan menjadi lebih baik.

Kalau dianalogikan dengan smartphone, agar smartphone semakin banyak peminatnya, maka pihak pengembang selalu mengupgrade dan mengembangkan kualitasnya. Sehingga pengguna smartphone menjadi lebih tertarik menggunakan smartphone tersebut.

Jika Anda ingin mengupgrade diri, sering-seringlah membaca buku bermuatan pengembangan diri dari orang-orang "besar", mengikuti seminar pengembangan diri, mengikuti pelatihan dan workshop, berkumpul orang-orang yang memiliki visi untuk maju.

14. Jangan Hanya Mengikuti Arus, Tetapkan Tujuan Akhir

Hidup adalah sebuah film. Tuliskan akhir cerita yang Anda inginkan. Terus percayai.” – Jim Hensen

Dalam menjalani hidup tentunya ingin berakhir indah. Maka dari itu Tentukan dari sekarang.

Begitu juga dengan menjadi guru, ke mana dan bagaimana akhir perjalanan tugas Anda sebagai guru?

Misalnya nanti Anda ingin diangkat menjadi PNS, hidup anda tenteram setelah pensiun karena tinggal di rumah sendiri dan mendapat gajih pensiun.

Cara sederhana dan mudah, menentukan tujuan akhir perjalanan karir Anda adalah dengan menulisnya.

Tulis semua yang Anda cita-citakan dan lebih bagus lagi gambarlah dan bayangkan.

Dengan cara tersebut maka akan masuk ke dalam bawah sadar Anda. Sehingga memotivasi dan mentenagai diri untuk selalu mengusahakan mencapai cita-cita Anda.

15. Sikap Teman yang Tidak Berkenan

“Anda tidak dapat mengubah bagaimana orang-orang memperlakukan Anda atau apa yang akan mereka katakan mengenai Anda. Yang dapat Anda lakukan adalah mengubah bagaimana Anda bereaksi terhadap hal tersebut.” – Gandhi

Apa pun yang Anda kerjakan walaupun benar sekalipun tetap saja akan ada suara sumbang dari rekan Anda.

Namun walau begitu anggap saja hal tersebut adalah sebuah kritik yang membangun.

Tetaplah bersikap baik terhadap mereka.

Apabila Anda merespon dengan negatif maka Andalah yang rugi. Jangan sampai perkataan miring, Anda sikapi dengan cara yang sama seperti mereka.

Teruslah bersikap ramah, dan bersabarlah. Pada akhirnya dengan bersikap positif maka akan berdampak kepada diri Anda sendiri.

Tidak hanya itu, sikap positif akan membuat Anda lebih mudah menjalani hidup dan bekerja.

Penutup

Dengan mengetahui kelimabelas kata-kata bijak di atas, Anda akan menghemat waktu dalam mencari kata-kata bijak yang begitu banyak dan pas untuk memotivasi diri sendiri.

Jangan ragu untuk menjadikan sandaran Anda ketika di titik low motivation. Semoga Anda menjadi pribadi yang selalu bahagia.
Posting Komentar