Belajar Pecahan dengan Kertas Pecahan

Tidakkah menyenangkan jika belajar matematika betul-betul melibatkan peserta didik, yang terkesan sederhana namun sangat mudah dipahami mereka.

Beberapa hari lalu saya menemukan ide cara sederhana mengajarkan materi tersebut.

Muncul ide ini sebenarnya saat saya mau ngajarkan materi merubah pecahan biasa menjadi persen. Saat itu ketika saya tanyakan tentang pecahan, banyak yang mengernyitkan dahi.

Bahkan ketika saya jelaskan lagi macam-macam pecahan, cara merubahnya menjadi persen, ada terdengar beberapa suara dari mereka "waduh susahnya..".

Sebenarnya mereka hanya terpengaruh melihat bentuk kolaborasi antara per (—) dengan angka saja. Sehingga mempengaruhi psikologis mereka.

Seolah-olah di alam bawah sadar mereka sudah terprogram kata "PECAHAN = SULIT".

Apa itu potongan kertas pecahan?

Wah terdengar keren ya, padahal sebenarnya hanya selembar kertas yang dipotong-potong. Namun yang ngerjakannya peserta didik sendiri.

Contoh hasil karyanya seperti ini.

Meski begitu, aplikasi sederhana ini sebenarnya 80% nya menekankan pemahaman pecahan.

Seperti yang sudah saya sampaikan di atas,  sepanjang pengalaman saya, mereka melihat tampilan per (—) saja, apalagi nanti dikombinasi dengan operasi hitung, di alam bawah sadar mereka seperti sudah tertanam kata "sulit".

Nah saya ingin merubah midset tersebut.

Jadi penekanannya pada pemahaman pecahan dulu.

Selanjutnya bisa dikaitkan dengan merubah persen dan sebagainya.

Intinya, aplikasi potongan kertas ini hanya benda riil yang membantu imajinasi angka di kepala mereka.

Jika Bapak/Ibu tertarik, mari simak langkah-langkahnya.

1. Jelaskan contoh sederhana

Anda pastinya sepakat bahwa mengajari pelajaran apa pun mesti dimulai dari yang paling mudah.

Nah begitu pula materi pecahan ini.

Meskipun saya mengajar di kelas tinggi, yang notabene tingkat pemahaman mereka juga lebih tinggi, namun tidak serta merta bisa diberikan contoh yang sulit.

Jadi saat itu saya berikan contoh pecah 1/2 dan 1/4.

Saya jabarkan:

  1. Pengertian pecahan
  2. Macam-macam pecahan
  3. Cara merubah pecahan biasa menjadi persen

Tujuannya sebagai warming up dan membuka peta konsep materi yang akan mereka pelajari.

2. Buat potongan kertas pecahan

Bapak/Ibu masih ingat sewaktu SD dulu? Guru kita mengajarkan pecahan, biasanya dengan menyajikan gambar roti atau kue yang kemudian dipisahkan beberapa garis, kemudian diberi arsir.

Nah kali ini prinsip yang dipakai sama seperti itu.

Bedanya, saya ingin ada benda benar-benar riil di hadapan mereka yang dibuat menjadi pecahan.

Hari itu bahan yang kami pakai adalah selembar kertas. Kemudian dipotong-potong lalu distaples.

Hasilnya seperti pada gambar di atas tadi.

3. Bagi kelompok

Sebagaimana yang saya sampaikan di atas, anak-anak bikin kertas pecahan. Selanjutnya beri tugas mereka dengan berkelompok.

Silahkan bagi beberapa kelompok, boleh 4 kelompok dengan anggota 4 - 5 orang.

Beri 1 kelompok 1 soal, misalnya

  • Kelompok 1: pecahan 1/5
  • Kelompok 2: pecahan 1/10
  • Kelompok 3: pecahan 2/5
  • Kelompok 4: pecahan 2/10

Selanjutnya, tugaskan potong selembar kertas sesuai soal pecahan kelompok.

Kenapa satu kelompok soalnya sama?

Tujuannya memudahkan mereka memahami mengerjakan bersama-sama, sehingga mereka bisa saling membantu jika ada kesulitan.

Sehingga belajar mereka lebih efektif.

4. Kembangkan soal per orang berdasarkan kertas pecahan

Saya yakin sampai tahap ini mereka betul-betul memahami bentuk pecahan.

Anda bisa kembangkan soal kelompok tadi menjadi per orang. Misalnya:

Kelompok 1:

    2/5, 3/5, 4/5, 5/5

Kelompok 2:

    2/10, 3/10, 4/10, 5/10,

Kelompok 3:

    3/5, 4/5, 5/5

Kelompok 4:

    3/10, 4/10, 5/10, 6/10

Dari 4 soal bisa kita bikin 20 soal, bahkan lebih.

Biar lebih jelas begini..

Awalnya saat pertama tugas kelompoknya 1/5, ketika tugas mandiri mendapat soal misalkan 2/5. Maka kertas pecahannya tinggal ditambah 2 arsiran saja.

Mudah bukan?

5. Kombinasikan dengan konsep lain

Seperti yang saya katakan sebelumnya, awal mulanya sebenarnya saya ingin mengajarkan merubah pecahan biasa menjadi pecahan persen.

Nah inilah saat tepat.

Pemahaman mereka sudah jelas mengenai pecahan biasa. Akan lebih mudah melanjutkan tugas mandiri merubahnya menjadi persen.

engan hasil karya mereka akan memudahkan terbayang di kepala mereka bilangan "penyebut"  pecahan.

Tinggal mengarahkan mereka, dikali berapa jumlah potongan kertas yang mereka potong, agar hasilnya 100.

Sehingga imajinasi mereka lebih mudah jalan.

6. Beri kesempatan per orang menuliskan jawaban di papan tulis

Tanyailah peserta didik, apakah mereka mau menuliskan jawaban mereka?

Bagi peserta didik yang sudah berhasil menjawab sendiri, mereka boleh maju ke depan menuliskan ke papan tulis.

Cara ini bertujuan agsr, peserta didik benar-benar terlibat. Diharapkan meningkatkan keberanian dan percaya diri tampil ke depan, atas hasil jawaban sendiri.

Yang penting bukan kemampuan menjawab soal yang sulit, namun bagaimana mereka berhasil memahami da menemukan sendiri suatu konsep matematika.

Namun lebih baik untuk mengawalinya cukup beri kesempatan 2 orang menuliskan jawaban mereka di papan tulis.

7. Koreksi beberapa peserta pertama

Peserta didik yang maju pertama biasanya ada yang mengalami kesalahan menjawab.

Nah ini bisa dijadikan kesempatan mengoreksi bersama-sama.

Cara ini membantu menyadarkan peserta didik yang lain yang masih belum begitu memahami atau kurang teliti.

8. Tempelkan hasil karya mereka di buku masing-masing

Terakhir jangan lupa minta mereka menempel kertas pecahan di buku masing-masing.

Menempel di buku latihan tempat mereka mengerjakan soal.

Dengan begitu bisa membantu kembali mengingat apa sih pecahan tersebut.

Penutup

Demikian cara belajar pecahan dengan aplikasi kertas pecahan. Jika Bapak/Ibu memiliki cara lain selain cara di atas, mohon kiranya tambahkan di kolom komentar.

Posting Komentar