Ketahui 4 Hal Penting Mengenai Neurosains dan Kaitannya dengan Kecerdasan Anak

Hasil penelitian, ternyata potensi kecerdasan otak sangat luar biasa. Namun sayangnya, mengapa sebagian besar kita hanya memiliki kecerdasan biasa-biasa saja? 

Menurut para Ahli neurosains, hal itu terjadi karena sebagian besar kita dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya hanya mampu membuat koneksi antar sel neuron sekitar 10 sampai 50 persen dari kapasitas optimum koneksi otak kita.

Nah ini adalah salah satu yang diteliti oleh ilmu neurosains.

Lalu apa hubunganya dalam pembelajaran?

Dengan memahami cara kerja otak, maka kesempatan meningkatkan kecerdasan anak semakin terbuka lebar. Selain itu, bagi guru akan mengoptimalkan pembelajarannya kepada peserta didik.

Contohnya, dalam studi Richard Guy dan Bruce Byrne, Neuroscience and Learning: Implications for Teaching Practice, mereka mempelajari pentingnya working memory (WM) dan long-term memory (LTM) sehubungan dengan keberhasilan akademis peserta didik dan bagaimana guru dapat menggunakan WM dan LTM untuk menyesuaikan aktivitas dan pelajaran untuk satu atau lainnya. 

WM memiliki keterbatasan untuk dapat memproses sejumlah kecil (3-5) item, atau potongan informasi, pada satu waktu hingga salah satu item tersebut terlempar saat informasi baru diperkenalkan. 

Dengan menjadi sadar akan keterbatasan alami ini, guru dapat lebih sadar tentang berapa banyak informasi baru yang dapat diberikan kepada peserta didik dan menghindari membebani mereka secara berlebihan. 

Jika guru memasukkan terlalu banyak informasi sehingga tidak dapat diproses dengan benar atau cukup lama di WM dan informasi tersebut akan hilang dan tidak dialihkan ke LTM peserta didik. Ini menciptakan situasi di mana peserta didik kekurangan tujuan pembelajaran penting dalam hal penilaian. 

Oleh karena itu, semakin banyak pendidik yang mulai melihat manfaat tentang otak, maka hasil mengajar akan lebih maksimal. 

Itu adalah contoh sederhana manfaat neruosains bagi dunia pendidikan. Mari ketahui lagi 4 hal penting mengenai neurosains. 

1. Apa sih neurosains?

Mengawali hal penting dari neurosains, mari kita mulai berangkat dari pemahaman apa sih neurosains itu sendiri.

Secara etimologi (asal kata) neurosains merupakan ilmu neural yang mempelajari sistem syaraf, terutama neuron (sel syaraf otak) dengan pendekatan multidisiplin (Pasiak, 2012).

Sedangkan secara terminologi (istilah), neurosains adalah bidang ilmu yang menggeluti pada kajian saintifik terhadap sistem syaraf, terutama syaraf otak.

Neurosains merupakan penelitian tentang sistem saraf otak dan bagaimana otak berfikir (Schneider, 2011). 

Berangkat dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa, neurosains merupakan ilmu yang mempelajari sistem syaraf otak dengan seluruh fungsinya, seperti bagaimana proses berfikir terjadi dalam otak manusia.

Sampai di sini sudah jelas ya, apa sih neurosains itu.

2. Potensi kapasitas otak

Selanjutnya, hal penting yang perlu kita ketahui dari neurosains adalah potensi kapasitas yang dimiliki otak. Kita banyak yang belum mengetahuinya.

Menurut Ahli neurosain David Perlmutter, MD (Puji, 2019), Sel otak manusia selama masih dalam kandungan mengalami rata-rata pertumbuhan sekitar 250.000 sel otak per menit, dan saat dilahirkan memiliki sekitar seratus miliar (100.000.000.000) neuron. 

Setiap neuron mempunyai cabang hingga 10 ribu cabang dendrit, yang dapat membangun sejumlah satu kuadrilion koneksi komunikasi (Rakhmat, 2005). 

Ketika semua sel neuron saling terhubung antara satu dengan lainnya secara serentak dengan bantuan serat dendrit dan akson, maka jumlah koneksi sel otak kita diperkirakan sekitar seratus triliun (Jensen, 2008). 

Jumlah koneksi tersebut menurut para Ahli lebih dari perkiraan jumlah atom di alam semesta yang telah diketahui. Itulah gambaran potensi kapasitas otak kita menurut para ahli neurosains.

Wah ternyata sebegitu besarnya kapasitas otak kita, yang banyak tidak menyadarinya.

3. Cara mengoptimalkan kapasitas kinerja otak dan meningkatkan kecerdasan

Setelah kita mengetahui gambaran umum neurosains dan kemampuan otak, yang jadi pertanyaannya adalah, "Bagaimana sih mengoptimalkan kapasitas kinerja otak dan meningkatkan kecerdasan?"

Menurut para Ahli, jumlah jaringan koneksi otak seseorang akan meningkat dan menguat saat tumbuh dalam lingkungan yang kaya rangsangan. 

Dengan kata lain, koneksi sel otak kita hanya dapat terjadi bila kita menggunakan dan melatih otak kita. 

Koneksi antar sel neuron otak akan terus bertambah selama digunakan untuk belajar dan berfikir. Sementara, sel neuron yang tidak digunakan dapat rusak dan hilang. 

Itu artinya kita bisa mempertahankan dan mengoptimalkan kapasitas kinerja otak kita selama menggunakannya untuk terus belajar dan berfikir

Pandangan para Ahli neurosains bahwa, kecerdasan seseorang sangat ditentukan oleh banyak sedikitnya sambungan (sinapsis) antar sel neuron di dalam otaknya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kecerdasannya dapat dilakukan dengan merangsang meningkatnya koneksi antar sel neurons dalam otak. 

Adapun untuk meningkatkan dan menguatkan jumlah koneksi (sinapsis) antar sel neuron pada otak dapat dilakukan dengan cara memfasilitasinya dengan lingkungan yang kaya akan rangsangan belajar.

4. Stimulasi kecerdasan anak 

Jadi kita sudah dapat jawabannya ya pada poin 3. Intinya otak perlu distimulasi.

Lalu kapan stimulasi anak dilakukan?

Hasil penelitian Dr. Osborn, Dr. White, & Dr. Bloom (Aisyah (2012: 2.27) menunjukkan bahwa, 50% perkembangan kecerdasan anak terjadi sejak lahir sampai usia 4 tahun, dan 50% sisanya terjadi pada rentang usia 4-18 tahun. 

Dengan demikian, stimulasi kecerdasan otak anak secara optimal dapat dilakukan mulai sejak lahir sampai dengan usia 18 tahun.

Penutup

Demikian 4 hal penting mengenai neurosains dan kaitannya dengan kecerdasan anak, semoga bermanfaat.