Belajar Materi Sudut, Begini membuat Peserta Didik Semangat

Hari ini saya mengajar muatan matematika materi sudut. Dari asesmen sederhana pertemuan awal secara online dan tatap muka, saya dapati mereka tidak tertarik dengan materi ini. 

Terlihat respon awal, mereka banyak diam dan melongo ketika saya tanya mengenai sudut.

Saya paham, dalam benak mereka:

"Apa sih ini?"

"Gak menarik"

Yah seperti itulah mungkin kurang lebihnya.

Meskipun sebelumnya sudah saya hubungkan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Seperti penugasan online mencari bentuk sudut dari benda-benda sekitar, misalkan atap rumah, buku, dan lain-lain. Hal tersebut sepertinya tidak cukup. 

...Tetap saja tidak menarik. Karena memang tidak menarik materi ini.

"Apa sih pentingnya?"

Tapi sedikit berbeda pada hari ini. Belajar tentang sudut terasa lebih antusias. Bahkan beberapa siswa kelas atas, ikut nonton di pintu.

Bahkan ada yang ngomen gini, "wah enak kamu kelas 4B dapat guru Pak Taufik" 😁.

Hal tersebut membuat saya lumayan bersemangat. Terlebih siswa saya antusias dan semangat pada hari ini.

Ini vidio singkat, situasi kelas ketika saya ajak tebak-tebakan hitungan sudut.

Anak-anak terlihat lebih semangat belajarnya. Bisa terlihat ketika saya minta kerjakan soal berikutnya, mereka pun berlomba-lomba.

Kenapa bisa seperti itu?

Ada beberapa poin yang bisa saya garis bawahi.

Poin pertama, sistemnya kurang lebih seperti ini, yaitu berdasarkan teori belajar Vygostsky. Saya yakin anda juga tau, teori belajar tersebut mengajak belajar dimulai dari yang dikenali siswa.

Di sini apa yang dikenal siswa?

  • Materi sebelumnya sudah saya sampaikan melalui pembelajaran online di classroom, saya sudah mengenalkan alat ukur berupa busur derajat
  • Saya juga meminta mereka membawa penggaris busur derajat untuk praktek
  • Pada pertemuan sebelumnya juga, mereka sudah diajarkan uji coba cara menghitung sudut menggunakan busur derajat

Poin kedua, mereka saya bentuk belajar berkompok. Hal ini membuat mereka lebih bersemangat, lebih banyak interaksi.

Karena awal-awalnya, mereka masih kebingungan penggunaan busur derajat. Dengan belajar kelompok, lebih memudahkan mereka untuk bertukar pikiran ketika saya beri tugas untuk menentukan besar sudut.

Poin ketiga, awal pengenalan dan pemahaman konsep materi, saya tidak menuntut nilai dari mereka. Saya mendorong mereka untuk berdisikusi dan kerjasama.

Nah, efeknya pada pertemuan ini jadi rame. Karena mereka tidak merasa terbebani.

Poin keempat, saya coba hadirkan media. Karena media ini sangat membantu, membuat mereka jadi penasaran dan ingin tahu.

Media yang saya gunakan di sini padahal tidak muluk-muluk, hanya kertas bergambarkan sudut-sudut, untuk dihitung merka masing-masing. Tetapi hal ini sangat membuat mereka tertarik. Terlihat dari respon mereka yang antusias menerima lembar kertas yang saya bagi.

Hari ini saya beri rugas berkelompok lagi. Mereka saya ajak menghitung besar bangun datar, berupa segitiga, persegi dan persegi panjang.

Saya bagikan selembar kertas per kelompok. Tujuankali ini, agar mereka bisa mengetahui besar sudut segitiga, segi empat. Dengan cara mereka menghitung manual setiap sudut menggunakan busur derajat, lalu dijumlahkan.

Yah, intinya saya mengajak mereka menemukan sendiri lah konsep besar sudut segitiga dan segi empat. Dan mengambil kesimpulan bersama-sama


Diakhir sesi, saya berikan 3 pertanyaan sederhana. Semuanya berkaitan praktek yang mereka kerjakan.

Kemudian saya sambung muatan PPKn materi kerjasama.

Saya kaitkan dengan kerja kelompok yang mereka kerjakan beberapa hari ini.

Hal tersebut lebih mudah mengenalkan konsep ini ke mereka.

Kami lebih mudah menarik beberapa kesimpulan, seperti catatan di papan tulis berikut ini.

Penutup

Demikian cerita saya pembelajaran sudut pada hari ini, semoga membawa manfaat bagi pembaca. Jangan ragu-ragu untuk memberikan komentar ya.