Catatan 10 Hari Belajar Cara Menyetir Mobil


Saya yakin, mobil adalah impian semua orang agar bisa memilikinya, termasuk saya.

Meskipun belum memilikinya, tapi saya sangat tertarik untuk bisa mengendarainyanya terlebih dahulu. Oleh karena itu, saya coba belajar melalui penyedia layanan kursus menyetir.

Alhamdulillah, paket selama 10 hari rasanya sangat luar biasa. Bahkan nih, hari pertama pun sudah bisa membawa sendiri (didampingi coach).

Untuk itu, saya coba berbagi pengalaman belajar cara menyetir yang saya ikuti selama 10 hari yang lalu.

Hari ke #1

Latihan pertama saya ikuti 31 Juli 2021. Di sore hari jam 16.00.

Pertemuan pertama ini dijelaskan hal paling dasar mulai dari:

  1. Posisi kopling, rem, gas, 
  2. Tombol rating, lampu, 
  3. Jumlah putaran stir
  4. Pengenalan gigi 1-4 dan gigi mundur
  5. Alat bantu sedotan

Yang menarik, di depan kita ada dua buah sedotan. Itu untuk membantu kita agar bisa menyesuaikan kanan dan kiri mobil, agar tidak terserempet dengan mobil lain, ataupun ban keluar dari jalan aspal.

Saya diajak ke daerah yang sepi, wilayah Poltek Kotabaru. Di sana jalannya lumayan nyaman dan sunyi.

Di situlah praktik pertama saya nyetir mobil.

Hal yang dilakukan pertama kali akan menjalankan mobil adalah (jalan datar):

  1. Mulai dari injak kopling
  2. Masukkan gigi 1
  3. Naikkan rem tangan
  4. Kemudian angkat perlahan kopling, maka mobil akan perlahan jalan
  5. Perhatikan 2 buah sedotan agar arah mobil benar

Hari pertama ini saya langsung diminta membawa mobil menuju pulang. Asalnya saya terkejut, bagaimana bisa?

Awalnya saya merasa ragu. Ternyata setelah saya jalani, bisa kok. Saya sambil dipandu oleh coach yang duduk di samping saya. Untuk setir beliau bantu arahkan.

Hari ke #2

Hari kedua tanggal 2 Agustus 2021 sore hari. Kali ini saya langsung bawa mobil dari awal jalan.

Saya diajak rute berbeda dari pertemuan pertama, dan lebih jauh. 

Rute kali ini ada melewati gunung-gunung, jalan beraspal dan berbatu. Bahkan melewati jembatan yang sempit dan lumayan rusak, di antara 2 gunungan.

Ini pengalaman saya pertama melewati jembatan. 

  • Tekniknya pelan-pelan saja turunnya. Fokus saja pada sedotan bantu.
  • Untuk situasi seperti ini, ketika turun gunung sebelum jembatan, tekan penuh kopling
  • Setelah naik ke jembatan, lepas rem, mainkan kopling, dengan angkat perlahan agar mobil jalan perlahan, kemudian injak lagi kopling untuk mengurangi pergerakan
Jadi jalan berbatu dan situasi yang menuntut berjalam pelan, kita pandai-pandai memainkan kopling.

Hari ke #3

Memasukk hari ketiga, 7 Agustus 2021, saya diajak melewati rute yang berbeda lagi. Diajarkan cara melewati jalan berbatu.

Disana diajarkan cara bertahan di tanjakan. Berkali kali jalan dan stop ketika di tanjakan. Caranya

  • Ketika mau berhenti di tanjakan, tahan dulu kopling, lalu rem
  • Kemudian ketika mau jalan, angkat kopling sedikit hingga terasa getaran, baru angkat rem, maka mobil akan tertahan (tidak mundur)
  • Injak gas sedikit saja (agar ada tenaga mobil, lalu angkat perlahan kopling

Untuk turun gunung di jalan berbatu, cukup injak kopling, mainkan rem saja. Sedangkancara turun gunung mundur, sama saja, tinggal perhatikan di kaca spion arah belakang.

Tambahan catatan pelajaran hari kedua ini:

- Kopling kebalikan dari gas. Kopling diangkat mesin jalan, kalau gas diinjak baru mesin jalan

Hari ke #4

Hari keempat tanggal 11 Agustus 2021. Rute yang dipakai sama dengan rute hari pertama, yaitu daerah Poltek

Disana diiajari 3 tehnik bertahan/ stop ketika di tanjakan.

1. Menggunakan rem

  • Injak kopling penuh dan tahan
  • Setelah mesin mulai berhenti, injak rem perlahan
  • Menjalankan, angkat perlahan kopling hingga ada getaran
  • Angkat rem, dengan sendirinya mobil tidak termundur
  • Injak gas perlahan, agar mobil berjalan

2. Menggunakan rem tangan

Sama dengan cara di atas, bedanya setelah injak rem, tarik tuas rem tangan

3. Tehnik main kopling dan gas

Cara ini berguna jika saat tanjakan, terpaksa berhenti jalan berhenti jalan. Tehnik ini  bagus digunakan saat berjalan di tanjakan pegunungan dalam keadaan macet, atau saat diparkiran mall yang menanjak dan macet.

Caranya:
  • Alihkan gigi satu
  • Kopling separo
  • Mainkan gasnya
Selanjutnya saya diajak kembali ke jalan besar, lalu menuju rute yang lain daerah jalan Polsek Stagen, melalui rute arah pulang pada latihan ketiga.

Hari itu saya dapat pelajaran berharga. Mobil kami mengalami mogok karena jalan becek.

Ban sebenarnya sudah tepat melewati gundukan. Hanya saja karena terlalu licik, ban slip. Sehingga gundukan berada di bawah mobil. 

Akhirnya kena gundukan yang tinggi, macet deh.


Terpaksa kami harus lepas kap depan.


Sungguh pengalaman berharga hari ini.

Hari ke #5

Hari kelima pagi, tanggal 14 seprember 2021. Saya di ajak ke daerah belakang Poltek, ada terdapat jalan berbatu namun lebar.

Kami berhenti di sana, kemudian coach memasang penanda jalan, buat latihan zig-zag dan mundur zig-zag.

Lumayan seru, di sini diajarkan bagaimana belok, memperhatikan moncong depan mobil, dan bagian buritan mobil agar tidak terkena penanda.

Kemudian saat pulang, saya diajak melewati rute jalan kecil di kota, daerah perumnas.

Sempat sedikit agak panik karena baru pertama melewati jalan sempit dan padat. Untung coach cekatan dan rensponsif membantu mearahkan stir, rem, gas dan kopling. Beliau juga siaga dengan rem tangan, kalau-kalau terjadi apa-apa.

Hari ke #6

Hari keenam tanggal 17 september 2021 pagi. Saya diajak ke tanah lapang daerah sekitaran sebelum Poltek. 

Saya dijarkan cara maju mundur. Simulasi memarkir mobil ke garasi.

Tekniknya sama dengan pelajaran hari kelima. 

  • Pada saat mau belok, jika posisi kita sudah sejajar dengan belokan, maka baru belok
  • Sedangkan belok mundur, perhatikan ban belakang, jika sudah sejajar, maka bisa arahkan belok.

Nah ketika pulang, kami lewat rute baru, yaitu tembusan Gunung Ulin. Rute ini jalan aspal cukup sempit, namun sunyi.

Waktu itu ada kesalahan di jalan, karena tidak fokus di bahu jalan kiri sehingga sedikit terperosok. Untung bahu jalan tidak dalam, sehingga mudah saja mengembalikan ke rute benarnya.

Hari ke #7

Hari ketejuh, tanggal 22 sept 2021 sore. Saya diajarkan lagi melewati jalan sempit yang ramai. Daerah perumnas, dan melewati blok-blok secara zig-zag.

Selanjutnya melwati rute jalan sempit pegunungan daerah Mandin, turun jalan samping Mesjid Mandin. Belajar turunan jalan rusak.

Kemudian dibawa masuk ke Teluk Gadang, naik tembus Selokayang. Diajarkan jalan menanjak jalan sempit.

Rute lanjutnya, Kodim lalu Siring Laut, rumah 10, Baharu naik, dan memutarbalik di Indomaret, lalu pulang.

Hari ke #8

Senin, Tanggal 27 Sept 2021. Sama seperti hari ke 7, diawali masuk perumanas, melewati blok-blok.

Kemudian arah Sungai Taib, naik jalan tembus Mandin. Belajar melewati jalan menanjak banyak lubang, yang mana kebalikan dari rute hari ketujuh.

Selanjutnya langsung ke Baharu, naik ke Tanah Rata, tembus Sigam. Diajarkan jalan menanjak sekaligus menyeberang.

Rute baru ini, jalan sempit daerah pegunungan.

Hari #9

Hari ke sembilan 28 September 2021, sore hari.

Hari ini diajak rute dalam kota padat kendaraan. Sudah lumayan menguasai dan memahami.

Hari ke #10

Hari terakhir 12 Oktober 2021. Saya begitu bersemangat, rasanya sudah begitu menguasai. Mobil pun saya bawa penuh percaya diri.

Rute kali ini kami menuju Sarang Tiung. Dalam perjalanan saya pun lumayan cepat dibanding yang lalu. Dan sudah banyak menggunakan gigi 4 dan 3.

Namun sayangnya hampir sampai tujuan, kami mengalami sedikit masalah. Baut ban bagian dalam terlepas.

Coba cari bantuan dengan menelpon montir langganan coach, tetapi tidak diangkat.

Jadi sambil menunggu bantuan, coach melepas ban.

Di sini saya dapat pengalaman berharga lagi, saya melihat langsung cara melepas ban.

Pasang dongkrak dulu. Kemudian angkat sedikit.

Untuk membuka baut ban, ban didongkrak harus tetap rapat ke aspal. Karena nantinya agar tertahan ketika membuka baut ban.

Tidak lama berselang...

...Ada lewat supir truck menawarkan bantuan memanggilkan montir dekat lokasi kami.

Dan montir tidak lama datang, diantarkan salah satu teman sopir truck tadi.

Setelah diperiksa, baut yang lepas itu baru kata beliau. Berarti pemasangannya kurang kuat.

Alhamdulillah berkat beliau, ban mobil kami bisa bagus lagi, dan bisa digunakan untuk pulang.

Penutup

Demikkan catatan 10 hari belajar cara menyetir mobil yang sudah saya lalui. Semoga sharing saya kali ini bermanfaat.