Studi Kasus Penerapan Istirahat Otak Setiap 45 Menit Tatap Muka #1:Rancangan Jadwal Pelajaran 4 Kali Istirahat

Sebelumnya sudah saya perkenalkan rencana Studi Kasus Penerapan Istirahat Otak Setiap 45 Menit Tatap Muka yang diterapkan di negara Finlandia.

Namun untuk menerapkan di negara kita tentu akan menemui benturan sistem yang sudah ada. Karena seperti yang kita tahu, sistem sekolah-sekolah kita menerapkan 2 kali istirahat dalam sehari.

Jadi, apakah kita bisa menerapkan jadwal pelajaran 4 kali istirahat berbasis kurikulum KTSP misalnya? Mengingat ada perbedaan lamanya belajar pada masing-masing sistem tersebut.

Bagaimana jadinya dengan guru mata pelajaran? Apakah terjadi bentrokan jam?

Anda tidak perlu pusing memikirkannya. Karena saya sudah menemukan solusinya. Tinggal download dan sesuaikan jadwal di sekolah masing-masing.

Dengan jadwal ini Anda bisa menerapkan 4 kali istirahat tanpa merubah kurikulum KTSP. Struktur jam pelajarannya pun tetap memakai sistem KTSP.

Bahkan bisa dipakai walaupun kelas lain tetap menggunakan jadwal 2 kali istirahat dan tanpa merusak jadwal guru mata pelajaran yang mengimbas dengan kelas lain.

Namun sebelum Anda mendownload, ada baiknya luangkan waktu sebentar menyimak penjelasan saya berikut ini.

Gambaran jadwal pelajaran Finlandia

Saya berusaha mencari beberapa literatur jadwal pelajaran asli Finlandia. Mulai dari blog Indonesia sampai blog luar negeri.

Untuk blog Indonesia, hampir saya pastikan 99% tidak ada yang membahas contoh jadwal 4 kali istirahat seperti di Finlandia. Ya saya maklum, karena memang negara kita menerapkan sistem 2 kali istirahat.

Bahkan pencarian saya di  blog Bahasa Suomi (bahasa asli Finlandia), juga belum menemukan contoh jadwal pelajaran seperti di Finlandia. 

"Bahasa Suomi adalah Bahasa resmi Finlandia" 

Bagaimana saya mencarinya? (padahal saya tidak bisa menggunakan Bahasa Suomi).

Mudah saja, Anda bisa mencari juga dengan Google Translate.

Secercah harapan muncul, ketika saya temukan contoh jadwal pelajaran Helsinki, Finlandia, dari blog berbahasa Inggris. Salah satunya blog hel.fi yang berdomain Finlandia ini.

Saya mendapati strukturnya tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya.

Coba Anda perhatikan, setiap sesi memiliki lama belajar yang berbeda-beda.

Sesi 1: 08.15 - 09.45 = 30 menit

Sesi 2: 10.15 - 10.50 = 35 menit

Sesi 3: 11.00 - 12.00 = 1 jam

Sesi 4: 12.15 - 13.00 = 45 menit

Sesi 5: 01.15 - 14.00 = 45 menit

Waktu istirahatnya pun bervariasi. Berikut perbandingannya.

Istirahat 1: jam 09.45 - 10.15 = 30 menit

Istirahat 2: jam 10.50 - 11.10 = 20 menit

Istirahat 3: jam 12.00 - 12.15 = 15 menit

Istirahat 4: jam 13.00 - 13.15 = 25 meni5

Selain contoh jadwal di atas, ada lagi yang membuat sayang bingung. Yaitu dari kalimat Timothy D. Walker dalam bukunya Teach Like Finland.

Di situ disebutkan waktu istirahat justru hanya 5 menit.

Namun mengutip penelitian Rhea yang terinspirasi dengan waktu istirahat yang diterapkan di Finlandia, beliau melalui penelitiannya menerapkan 4 kali istirahat 15 menit.

Hal ini membuat saya sedikit bimbang merancang jadwal seperti Finlandia ini.

Titik terang ketika saya blog walking ke taughtbyfinland.com miliknya Timothy D. Walker, dan membaca tulisan berjudul Finland's Teachers - With Less Stress and More Free Time - Collaborate Naturally .

Di dalam postingan tersebut saya menemukan penggalan kalimat berikut.

Furthermore, teachers in Finland have frequent 15-minute breaks throughout the school day to collaborate with each other—often in the teachers’ lounge.

Selanjutnya, para guru di Finlandia sering melakukan 15 menit istirahat sepanjang hari sekolah untuk berkolaborasi satu sama lain-sering kali di ruang guru.

Dan postingan Timothy yang lain berjudul The Finnish Teaching Strategies I'd Bring Back To America.

Finnish schools often schedule lessons into hour-long blocks: 45 minutes of instruction, 15 minutes of break. Students rarely have back-to-back lessons without breaks—and at the elementary level, it’s expected that children will spend their breaks playing outside, rain or shine.

Sekolah di Finlandia sering menjadwalkan pelajaran dalam blok satu jam: instruksi 45 menit, 15 menit istirahat. Siswa jarang memiliki pelajaran back-to-back tanpa jeda - dan pada tingkat dasar, diharapkan anak-anak akan menghabiskan waktu istirahat mereka di luar, hujan atau cerah.

Berdasarkan informasi tersebut saya menjadi mantap untuk menetapkan jadwal pelajaran yang akan saya rancang yaitu 4 kali 15 menit setelah 45 menit belajar.

Dengan catatan tetap menyesuaikan dengan kurikulum KTSP.

JP 2 include dengan istirahat pertama

Setelah menetapkan lama jam mengajar dan lama istirahat, selanjutnya menyusun jadwal pelajaran dengan menyesuaikan KTSP.

Ada 3 hal yang menjadi pertimbangan saya menyusun jadwal pelajaran 4 kali istirahat ini, yaitu:

  1. Sistem KTSP 2 kali istirahat, 1 JP nya adalah 35 menit. Sedangkan untuk sistem 4 kali istirahat menerapkan 45 menit belajar.
    Tentu hal ini akan banyak ketidak sinkronan akibat ketidaksamaan jam belajar tersebut.
  2. Saya berusaha merancang agar sistem KTSP 4 kali istirahat bisa tetap berdampingan dengan jadwal KTSP 2 kali istirahat.
    Artinya di sini sistem KTSP 4 kali istirahat yang berusaha menyesuaikan dengan sistem KTSP 2 kali istirahat.
    Hal tersebut karena di sekolah saya saat ini, hanya saya yang menerapkan sistem 4 kali istirahat ini. Bahkan barangkali pertama di Indonesia saat ini.
  3. Saya berusaha tetap memakai sistem KTSP 1 JP = 35 menit dan dalam sehari 7 JP. Dengan catatan mempertahankan lamanya setiap sesi belajar selama 45 menit.

Setelah menentukan ketiga hal di atas, selanjutnya yang sulit adalah menyesuaikan dan merancang jadwal.

Rancangan saya, untuk JP 4,5,6,7 pada KTSP 4 kali istirahat, bisa saya sesuaikan dengan jadwal KTSP yg 2 kali istirahat.Coba Anda perhatikan peralihan JP 5 dengan JP 6, tepat pada pukul 11.25 bukan?

Sedangkan untuk KTSP sistem 2 kali istirahat jam 11.25 adalah waktu masuk mengajar sesi ketiga (belajar setelah istirahat ke 2).

Artinya jika ada guru mapel mengajar pada jam-jam tersebut tidak akan terganggu jadwal mereka.

Selain itu coba perhatikan JP 5 dan JP 6 dipisahkan oleh istirahat. Walau begitu JP 5 maupun 6 total masing-masing 35 menit.

Namun permasalahan ada di JP 2.

JP 2 mau tidak mau saya include-kan dengan jam istirahat pertama, untuk memenuhi 1 JP 35 menit. Seperti gambar berikut ini.Di JP 2, waktu istirahat pertama dihitung ikut termasuk (include) ke dalam waktu belajar 35 menit.

Untuk itu saya siasati istirahat pertama di jam 08.45 - 09.00 dan istirahat ke tiga di jam 10.45 - 11.00, dengan catatan peserta didik tidak boleh jajan dan hanya di sekitar kelas.

Sehingga dengan begitu, saya tetap bisa mengawasi dan berinteraksi dengan mereka. Anggap saja hal tersebut pengganti waktu JP2 yang dipotong istirahat.

Seperti kata Pellegrini mengutip dari Buku Teach Like Finland, istirahat tidak harus digunakan untuk keluar ruangan sehingga bisa lebih bermanfaat.

Dalam satu eksperimennya di sebuah sekolah dasar negeri, anak-anak beristirahat di dalam sekolah, dan hasil yang didapatkan sama dengan eksperimen lain di mana para siswa beristirahat di luar ruangan: setelah istirahat, murid-murid lebih fokus di kelas (Pellegrini, 2005).

"Setelah istirahat, murid-murid lebih fokus di kelas (Pellegrini, 2005)." 

Berangkat dari permasalahan di atas, saya sarankan untuk mapel pagi, usahakan taruh mapel yang perlu 3 JP.

Konsekuensinya waktu berada di sekolah bertambah

Setiap perubahan ada konsekuensi nya.

Hal tersebut berlaku pula untuk jadwal 4 kali istirahat ini. Yaitu waktu di sekolah semakin bertambah.

Awalnya jadwal KTSP 2 kali istirahat pelajaran diakhiri jam 12.35, dengan perubahan jadwal 4 kali istirahat akhir pelajaran menjadi 12.50.

Hal tersebut akibat penambahan waktu istirahat.

"Setiap perubahan ada konsekuensi nya".

Namun bagi saya bukan masalah. Toh yang menjalankan saya sendiri.

Hanya saja dari sisi orang tua sebagian akan merasa kebingungan jadwal pulang sekolah anak mereka semakin lama, hanya khusus kelas saya.

Tapi saya yakin semua orang tua pasti mendukung hal ini.

Pengecualian hari Jumat, JP 4 & 5 non istirahat

Yang perlu disoroti adalah waktu pulang Hari Jumat.

Jika memakai sistem 45 menit belajar maka pulang jam 11.25. Sedangkan Jumat waktunya terlalu mepet untuk persiapan Sholat Jumat bagi yang beragama Islam.

Oleh karena itu khusus Hari Jumat belajar sampai jam 11.10. Artinya saya meniadakan waktu istirahat ke 3 antara JP 4 & 5.

Pertimbanga saya juga JP 4 & 5 adalah JP terahir hari tersebut.

Perkenalkan jadwal 4 kali istirahat

Oh ya, sebelum menerapkan jadwal KTSP, saya memperkenalkan sistem 4 kali istirahat ini lebih dulu.

Tujuannya agar muncul kesepahaman antara semua warga sekolah.

Karena penerapan jadwal 4 kali istirahat ini tentu akan ada yang bingung kenapa saat kelas lain belajar, namun kelas saya istirahat.

Dan sebaliknya kelas lain istirahat namun kelas saya belajar. Oleh karena itu penting memperkenalkan lebih dulu sistem ini kepada:

  • Peserta didik
  • Guru mapel
  • Guru-guru lain
  • Kepala sekolah

Penutup

Demikian yang bisa saya infokan. Semoga pemikiran sederhana ini bisa membawa manfaat luar biasa.

Jika berkenan, mohon beri masukkan tulisan saya ini.

Posting Komentar