System

Frozen Thinking

Taufik Junaidie Taufik Junaidie 1 min read


Ini lanjutan postingan saya sebelumnya berjudul Kemampuan Diri.

Mungkin ini yang dirasakan oleh guru-guru ketika saya berbagi kepada mereka tentang hal baru, seperti pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Saya pernah berpikir begini, saya sudah membagikan materi yang paling mudah dan sederhana seperti google slide misalkan. Tapi kok kenapa mereka masih merasa susah?

Meskipun sebenarnya saya ada jawaban sendiri akan masalah itu.

Namun hari ini saya sedikit kena karma nya 😅

Ceritanya saya mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah manajemen ekonomi. Yang mana dosen saya kali ini, diajarkan oleh Ibu yang berumur 71 tahun.

Pembawaan beliau bagus saja sebenarnya. Beliau juga sudah mem-press kan materi dan memilahkan yang paling sederhana untuk menyesuaikan waktu dan kemampuan kami yang bukan orang ekonomi. Maklum kuliah S2 kami bukan yang reguler, jadi materi sangat dipadatkan. Selain itu latar belakang kami dari berbagai kalangan. Ada yang dari pendidikan, ekonomi, dan SDM. 

Tapi entah kenapa materi kali ini susah menurut saya. Bahkan ada penolakan lebih dulu di hati saya.

Suatu ketika kami diberi tugas sederhana mengerjakan satu soal berkelompok. Dan kami pun diberi kesempatan memilih dari berbagai pertanyaan yang tersedia. 

Jadi kami mencoba memilih pertanyaan yang menurut kami paling mudah, yang tidak ada unsur hitung-menghitung, dan rumus-merumus. Tetapi kok saat kerja kelompok, saya gak bisa mikir apa-apa. Seperti beku. 

Dari sini mucul di benak saya istilah frozen thinking. Semoga tidak salah bahasa Inggrisnya ya, hehe. Dan mungkin kawan-kawan pernah mengalami hal yang sama juga, hehe.

Lalu muncul lah pertanyaan-pertanyaan refleksi di kepala saya.

Apakah ini yang dirasakan guru-guru atau murid saya selama ini?

Atau ada yang salah cara saya ketika berbagi selama ini? 

Meski begitu, ini bagus menurut saya. Sehingga kembali lebih berpikiran luas dan bijak dalam menghadapi setiap individu rekan guru/ kepala sekolah.

Sehingga ini jadi refleksi saya pribadi. Semoga kdepan lebih baik lagi. 

Taufik Junaidie
Taufik Junaidie Kepala Sekolah, Finalis 5 besar SRB 2022, Certified Teacher, Google Certified Educator Lev. 2, Juara 1 Vidio Animasi se Kalsel, and Blogger
Komentar