Kamera Mirrorless vs DSLR, Bagus mana?


Jika membahas kamera mirrorless vs DSLR, sama halnya membicarakan Leonel Messi vs Cristiano Ronaldo. Karena kedua jenis kamera tersebut memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri.

Jadi, kamera yang terbaik yang mana?

Kamera terbaik adalah kamera yang sesuai kebutuhan diri kita masing-masing sob.

Misal nih, jika sobat sukanya travelling, maka sangat cocok dengan mirrorless. Lebih mudah dibawa, karena bodynya kecil dan simple.

Adapun jika hobi fotografi, kamera DSLR serasa sesuatu yang wajib dimiliki, meskipun hasil jepretan mirrorless juga setara dengan DSLR.

Namun sebelum kita memutuskan memilih yang mana, maka tidak ada salahnya ketahui dahulu perbedaan kelebihan dan kekurangan keduanya.

Baca juga: 

1. Desain, ukuran dan berat

Dari segi desain, kamera DSLR tidak banyak variasi model. Sedangkan mirrorless, desainnya lebih stylish, trendy, dan warna yang variatif. Hal inilah menjadikan daya tarik tersendiri bagi pecinta kamera, terutama wanita.

Segi ukuran, kedua kamera ini sangat terlihat jauh perbedaannya, bagai ayah dan anak. Kamera DSLR yang memiliki ukuran lebih besar, beratnya kurang lebih 800 gram. Sedangkan mirrorless hanya rata-rata 300 gram.

Meski begitu, keunikan itu membawa kelebihan masing-masing. Jika sobat pecinta fotografi yang suka lensa tele yang panjang dan berat, maka lebih cocok DSLR. Ditambah bodi DSLR yang nyaman ditangan untuk digenggam, sehingga nyaman menentengnya.

Untuk kamera mirrorles, kebanyakan didesain sangat sederhana sekali, tidak menyesuaikan kontur pegangan jari. Sehingga terlihat kurang seimbang jika memaksakan menggunakan lensa tele yang berat.

Kendalanya kamera DSLR yang body besar ini, kita harus menyediakan ruang besar juga di tas untuk menyimpanannya

Beda dengan mirrorless, kita akan lebih mudah membawanya, karena body yang super mini dan slim. Cukup tas kecil, sobat sudah bisa membawa kemana-mana.

2. Lensa

Bagi yang tertarik memakai banyak lensa, DSLR pilihan terbaik. Karena semua jenisnya, rata-rata memiliki beragam pilihan focal length.

Focal length salah satu faktor pertimbangan jika sobat ingin mendapatkan view yang lebar (wide). dimana semakin pendek focal length-nya maka semakin luas bidang gambar yang bisa diambil (wide angle).

Sedangkan mirroless, kamera ini masih terbatas dengan lensa. Kabar baiknya, lensa DSLR masih dimungkinkan dipasang ke mirrorless dengan mode M (manual). Tetapi sebaliknya, lensa mirrorless tidak bisa dipasang ke DLSR.

3. Autofocus

Urusan autofocus mirrorless vs DSLR, secara umum DSLR bagus dalam tracking subjek. Perpindahan dari satu titik fokus ke titik fokus lain terjadi sekejap mata sehingga tidak ada momen yang terlewatkan.

Sayangnya, kecepatan hanya terasa saat Anda menggunakan view finder. Saat menggunakan layar atau mode live view, kecepatan auto fokusnya terlihat lebih lambat.

Live view adalah fitur yang memungkinkan Anda memverifikasi gambar yang diproyeksikan pada monitor LCD belakang saat Anda membidik..

Berbanding terbalik dengan mirrorless, live view cukup akurat saat kita melihat lewat LCD.

Bahkan urusan autofocus, mirrorles juaranya. Seperti keluaran Sony dengan kecepatan autofocus-nya mencapai 0,02 detik, yang konon diklaim Sony sebagai yang tercepat di dunia.

4. Kualitas gambar

Apa pun merk kamera, tujuan akhirnya adalah ingin mendapatkan kualitas gambar yang bagus. Vendor kamera menjawabnya dengan teknologi full frame.

Ukuran sensor full frame lebih besar dibanding keluaran sensor pendahulunya, APS-C. Dampaknya, hasil foto umumnya lebih baik, dengan hasil gambar lebih tajam dan identik.

Hebatnya mirrorless, meskipun “kecil” namun kualitas gambar setara DSLR. Meskipun berapa seri menggunakan format yang lebih kecil.

5. Fitur

Jika sobat tidak masalah dengan banyak tombol atau pengaturan, maka DSLR pilihan terbaik. Karna kamera tersebut memiliki kelebihan full manual control. Sehingga kita bisa maksimalkan mendapatkan gambar yang diinginkan.

Berbeda dengan mirrorles, baru belakangan ini mulai mengimbangi DSLR dalam hal kontrol.

Meski begitu, hal ini disukai banyak orang, terutama wanita. Karena mirrorless tidak ribet dengan control-nya.

6. View finder

View finder adalah jendela bidik untuk melihat objek di depan kamera. Ini yang membedakan antara DSLR dan mirrorless.

Jadi, DSLR powerfull dengan view finder, sedangkan mirrorless menggunakan layar LCD.

So, enak yang mana?

Meski DSLR mengambil foto dengan cara mengintip di view finder, banyak fotografer merasa nyaman dengan begitu. Hal tersebut dikarenakan tampilan yang lebih jelas dan bebas masalah shutter lag.

Apa itu shutter lag? Sederhannya shutter lag adalah waktu jeda antara tombol rana ditekan dan terbukanya rana untuk menangkap cahaya. Waktu jeda tersebut adalah saat kamera memproses penghitungan cahaya dan mencari fokus dari objek.

Kekuranganya, tampilan di view finder tidak selalu sama dengan hasil jepretan.

Meski begitu, banyak juga tetap suka dengan live view versi digital yang ditampilkan di LCD. Karena hasil jepretan tidak beda jauh dengan tampil di LCD. Karena lebih luas bidang pandangnya dan memudahkan melihat objek dalam frame sebelum memotret.

Kekurangannya jika kita mengambil foto out door, jika cahaya matahari terlalu terang, maka layar LCD kelihatan gelap.

7. Continous shot / speed burst mode

Continous shot atau speed burst mode adalah pemotretan beruntun. Teknik ini merupakan teknik fotografi penting untuk menangkap momen yang tertentu. Misalnya saat pemain bola mencetak goal, pergerakan hewan di alam, dan lain-lain.

Sayangnya DSLR kalah cepet jika menggunakan mode ini. Kenapa? karena di dalam kamera DSLR menggunakan komponen cermin, yang mana mengakibatkan butuh banyak proses dibanding tanpa cermin.

8. Ketahanan batrai

Masalah ketahan batrai, DSLR juaranya. Terbukti, ada yang mengatakan batrai kamera DSLR mampu bertahan sampai 600-800 jepretan. Dibandingkan mirrorless hanya tahan higga 300-400 jepretan.

Kenapa kamera mirrorless cepat habis? Hal tersebut dikarenakan kamera tersebut menggunakan layar LCD yang selalu aktif, sehingga banyak menguas batrai. Sedangkan DSLR menggunakan view finder jendela optik kecil yang minim memakai power.

Oleh karena itu, jika ingin memiliki mirrorless pastikan memiliki baterai cadangan.

Kesimpulan

So, masih bingung kamera apa yang akan sobat pilih?

Sedikit acuan yang bisa dijadikan pertimbangan adalah, jika sobat memiliki hasrat besar mendapatkan gambar puluhan sampai ratusan foto dalam satu sesi pemotretan, ada baiknya pilih tipe DSLR.

Kamera DSLR lebih cocok bagi profesional maupun semi profesional. Tanpa bermaksud mendiskreditkan mirrorless, karena kualitas gambar mirrorles tidak kalah dengan DSLR.

Namun jika sobat tidak memprioritaskan banyak mengambil gambar, suka yang simple dan ringan, maka mirrorless lebih cocok. Mirrorless adalah pilihan terbaik jika ingin membawa kamera kemana-mana dan tidak ingin terbebani sepanjang jalan.

Penutup

Demikian ulasan kamera mirrorless vs DSLR. Menarik bukan? So, jika ada tambahan selain di atas, silahkan tambahkan di kolom komentar.